Launching Desa Sadar Jaminan Sosial

Buran sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial dari BPJS Ketenagakerjaan
Buran sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial dari BPJS Ketenagakerjaan

Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar menjadi desa Sadar Jaminan Sosial, dan termasuk di dalam 276 desa serupa di Indonesia. Secara Nasional di tahun 2017 ada 276 Desa yang dicanangkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Untuk Provinsi Jawa Tengah sendiri ada 49 Desa, dimana salah satunya ialah Desa Buran di Kabupaten Karanganyar.

Buran sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial dari BPJS Ketenagakerjaan
Buran sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial dari BPJS Ketenagakerjaan

“Kita memilih Desa Buran karena disana dikenal sebagai desa industri. Di sekitarnya banyak pabrik-pabrik,” kata Direktur Perluasaan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis. Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan program dari BPJS Ketenagakerjaan agar setiap pekerja berhak atas perlindungan. Untuk wilayah tengah, dipilih Kabupaten Karanganyar sebagai tempat launching program itu.

BPJS Ketenagakerjaan mengawali program dengan menyasar perangkat desa. Salah satu pertimbangannya adalah pemerintah pusat mengucurkan dana ke desa mencapai miliaran rupiah.

“Ada 72.000 desa di Indonesia. Kami mulai 276 desa di Indonesia sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebanyak 49 desa di antaranya di Jateng. Harapan kami mereka terlindungi sehingga kegiatan ekonomi jalan. Dampaknya peningkatan kesejahteraan,” ungkap dia.

Kepala Desa Buran, Marsies Yayuk Sri Rahayu, bangga karena seluruh perangkat desa terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta kesadaran setiap desa di Karanganyar untuk menyisihkan anggaran desa guna mengikutsertakan seluruh perangkat desa pada program tersebut.

“Perangkat desa diikutkan BPJS Ketenagakerjaan agar punya rasa tenang dan bisa kerja maksimal,” tutur Bupati.
Saat launching di Desa Buran, BPJS Ketenagakerjaan juga menandatangani MoU dengan desa lain di Soloraya, yakni Desa Pondok, Nguter, Sukoharjo; Desa Wiroko, Tirtomoyo, Wonogiri; dan Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen. BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan manfaat program secara simbolis kepada dua ahli waris dan satu tenaga kerja.

Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyambut baik program tersebut, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sangat penting, karena menganut prinsip gotong royong.

Buran, Tasikmadu sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial dari BPJS Ketenagakerjaan
Buran, Tasikmadu sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial dari BPJS Ketenagakerjaan

“Untuk itu, saya minta agar perangkat desa yang utama disertakan dakam program BPJS Ketenagakerjaan. Begitu juga warganya harus diberi sosialisasi programnya agar hidupnya semakin sejahtera,” kata Juliyatmono. Bupati mengharapkan seluruh masyarakat pekerja di Desa yang bekerja baik di sektor formal seperti perangkat desa maupun di sektor informal seperti petani, pedagang, pekerja lepas dapat dilindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kegiatan Launching Desa Sadar Jaminan Sosial yang kedua ini, diserahkan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada dua ahli waris dan satu tenaga kerja. Manfaat tersebut diterima oleh ahli waris Suparno yang meninggal dunia karena Kecelakaan di tempat kerja dan berhak atas santunan kecelakaan kerja.

Kedua, ahli waris dari Ibu Supanti yang meninggal karena sakit dan berhak atas santunan Kematian. Sedang yang terakhir adalah tenaga kerja yang menerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja Return To Work atas nama Sartini dan berhak atas biaya dan santunan kecelakaan kerja.

src : jatengprov dot go id | solopos dot com | infopublik dot id

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan